MY STATUS

CHAT WITH ME !

Tukar Link Yuuk!

Anda Pengunjung Ke :

Page Rank

DOWNLOAD AREA

BIOGRAFI PARA SAHABAT

Statistic

Free counters!

BLOG SAHABAT






SC Community

tips and trick,info dan berita
Amfibi Web Search & Directory

< href="http://www.m-edukasi.web.id/">www.m-edukasi.web.id blog guru
Sahabat Edukasi

Karakteristik Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.

Sejarah Kebudayaan Islam di MTs merupakan salah satu mata pelajaran yang menelaah tentang asal-usul, perkembangan, peranan kebudayaan/peradaban Islam dan para tokoh yang berprestasi dalam sejarah Islam di masa lampau, mulai dari perkembangan masyarakat Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaurrasyidin, Bani ummayah, Abbasiyah, Ayyubiyah sampai perkembangan Islam di Indonesia.  Secara substansial mata pelajaran Sejarah Kebudayan Islam memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada siswauntuk mengenal, memahami, menghayati Sejarah Kebudayaan Islam, yang mengandung nilai-nilai kearifan yang dapat digunakan untuk melatih kecerdasan,  membentuk sikap, watak dan kepribadian peserta didik.
Penyusunan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah ini dilakukan dengan cara mempertimbangkan dan me-review  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,  dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam aspek Tarikh & Kebudayaan Islam untuk SMP/MTs, serta memperhatikan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ.II.1/PP.00/ED/681/2006 , tanggal 1 Agustus 2006, Tentang Pelaksanaan Standar Isi, yang intinya bahwa Madrasah dapat meningkatkan kompetensi lulusan dan mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi.
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di madrasah tsanawiyah bertujuan agar siswa memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut:
  1. Membangun kesadaran siswatentang pentingnya mempelajari landasan ajaran, nilai-nilai dan norma-norma Islam  yang telah dibangun oleh Rasulullah saw dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.
  2. Membangun kesadaran siswatentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan  sebuah proses dari masa lampau, masa kini, dan masa depan
  3. Melatih daya kritis siswauntuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah.
  4. Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan siswaterhadap peninggalan sejarah Islam sebagai bukti peradaban umat Islam di masa lampau. 
  5. Mengembangkan  kemampuan siswadalam mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, ipteks dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.
Adapun cakupan ruang lingkup kurikulum Sejarah Kebudayan Islam di Madrasah Tsanawiyah meliputi: (1) Pengertian dan tujuan mempelajari sejarah kebudayaan Islam; (2) Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW periode Mekkah; (3) Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW periode Madinah; (4) Memahami peradaban Islam pada masa Khulafaurrasyidin; (5) Perkembangan masyarakat Islam pada masa Dinasti Bani Umaiyah; (6) Perkembangan masyarakat Islam pada masa Dinasti Bani Abbasiyah; (7) Perkembangan masyarakat Islam pada masa Dinasti Al Ayyubiyah; (8) Memahami perkembangan Islam di Indonesia.
Sedangkan Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) Sejarah Kebudayaan Islam  di madrasah tsanawiyah meliputi :
  1. Meningkatkan pengenalan dan kemampuan mengambil ibrah terhadap peristiwa penting sejarah kebudayaan Islam mulai perkembangan masyarakat Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan para khulafaurrasyidin, Bani Umaiyah, Abbasiyah, Al-Ayyubiyah sampai perkembangan Islam di Indonesia.
  2. Mengapresiasi fakta dan makna peristiwa-peristiwa bersejarah, dan mengkaitkannya dengan fenomena kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi, dan ipteks.
  3. Meneladani nilai-nilai dan tokoh-tokoh yang berprestasi dalam peristiwa bersejarah. 


7:38 PM | 1 comments

"TANDUR" KERANGKA DESAIN QUANTUM TEACHING

TANDUR merupakan akronim dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan (Bobbi De Porter,dkk:2010). Bila kita berbicara tentang Quantum Teac hing, maka TANDUR sebenarnya merupakan unsur-unsur yang membentuk basis struktural yang melandasi Quantum Teaching itu sendiri.
  • TUMBUHKAN. Tumbuhkan minat dengan memuaskan "Apakah Manfaatnya BAgiKu" (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan pelajar.
  • ALAMI. Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar
  • NAMAI. Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi; sebuah masukan
  • DEMONSTRASIKAN. Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan bahwa mereka "tahu", atau "bisa"
  • ULANGI. Tunjukkan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan "aku tahu bahwa aku memang tahu ini"
  • RAYAKAN. Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan perolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan. (Jika sesuatu layak untuk dipelajari, maka ia layak pula untuk dirayakan karena hal itu akan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.
Istilah quantum dalam literatur berarti banyaknya sesuatu, secara mekanik berarti studi tentang gerakan”. Jadi mekanika kuantum adalah ilmu yang mempelajari tentang partikel-partikel sub atom yang bergerak. Namun demikian kekeliruan berpikir tentang partikel sub atom ini merupakan banyaknya benda. Partikel sub atom bukan merupakan kecenderungan energi dengan potensial. Energi sebagai implikasi dalam istilah mekanika tidak pernah statis. Energi selalu bergerak secara terus menerus, tidak pernah berhenti berubah dari gelombang menjadi partikel dan dari partikel menjadi gelombang, membentuk atom-atom dan molekul yang seterusnya membentuk dunia materi. Ini benar-benar hal yang menakjubkan yang terlihat stabil dan statis, apabila kita cermati ternyata dunia materi ini tersusun energi”
Quantum adalah interaksi yang mengubah energi manjadi cahaya, sedangkan teaching adalah pengajaran. Jadi Quantum Teaching dapat diartikan sebagai orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada di dalamdan sekitar moment belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan belajar siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah peserta didik menjadi cahaya yang bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain.Quantum Teaching memberikan petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. Quantum Teaching diciptakan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerated Learning, Multipel Intelegence, Experential Learning, dan Cooperative Learning. Sebagai sebuah pendekatan belajar, Quantum Teaching menawarkan suatu sintesis dari hal-hal seperti cara-cara baru untuk memaksimalkan dampak usaha pengajaran melalui perkembangan hubungan, pegubahan belajar, dan penyampaian kurikulum. Pendekatan ini di bangun bedasarkan pengalaman delapan belas tahun dan penelitian terhadap 25000 peserta didik dan sinergi dengan pendapat ratusan pendidik.Quantum Teaching bersandar pada konsep ; Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. Inilah asasatau landasan utama dibalik segala strategi, model, dan keyakinan Quantum Teaching. Segala hal yang dilakukan dalam kerangka Quantum Teaching, setiap interaksi dengan peserta didik, setiap rancangan kurikulum, dan setiap metode instruksional di bangun atas prinsip bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. Prinsip ini mengingatkan kita pada pentingnya memasuki dunia peserta didik sebagai langkah yang amat penting.

11:32 PM | 0 comments

Sejarah Timbulnya Upacara Manakib di Indonesia

Pengertian "Manakib"
Kata "manakib" artinya riwayat hidup. Biasanya penggunaan kata ini banyak dikaitkan dengan sejarah kehidupan seseorang yang dikenal sebagai tokoh besar di masyarakat. Seperti tentang perjuangannya, silsilahnya, akhlaknya, sifat-sifat yang baik dan sebagainya (Muhammad Marwan : 2011,1).

Manakib yaitu riwayat hidupnya orang-orang yang sholeh. Sedangkan riwayat orang-orang zholim tidak disebut manakib. Dalam Al-Quran dikatakan: "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar". 
(At-Taubat 100). 

Terbuktilah bahwa orang-orang yang mendapatkan kenikmatan dari Allah adalah orang yang mengikuti jejak langkahnya orang-orang yang mengikuti kepada Rosululloh saw. 
Tiap tarekat mempunyai manaqibnya masing-masing, yang semuanya itu merupakan pelajaran yang mulia kepada yang mengikutinya. 
Firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya adanya riwayat hidup para leluhur itu adalah pelajaran untuk seluruh manusia yang mempunyai akal". 

Di dalam manaqib sering diterangkan keanehan-keanehan yang mempunyai manaqib tersebut yang disebut dengan karomah, yang tidak bertentangan dengan keanehan-keanehan yang diterangkan oleh Allah di dalam Al-Quran. 
Karomah juga disebut Khowariqul Adat (perkara yang luar biasa). Kejadian-kejadian aneh/luarbiasa  dikategorikan sebagai berikut: 
1) Irhash, yaitu perkara luar biasa dari seseorang yang akan menjadi nabi. 
2) Mu'jizat, yaitu perkara luar biasa yang keluar dari seorang nabi. 
3) Karomat, yaitu perkara luar biasa yang keluar dari seorang wali (orang yang mengikuti jejak langkah nabi). 
4) Ma'unat, yaitu perkara luar biasa yang keluar dari seorang mu'min yang mengikuti jejak langkah wali. 
5) Istijrod, yaitu perkara luar biasa dari seseorang yang mengikuti jejak syetan. 
Yang lima perkara ini walaupun dianggap di luar kebiasaan, tetapi kalaulah diukur oleh akal tidak menjadi aneh, karena menurut penjelasan Nabi saw; akal itu dibagi kepada 3 fungsi, yaitu: 
1) Akal berfungsi untuk ma'rifat kepada Allah dan semua perkara yang datang dari Allah swt.
2) Akal berfungsi untuk melaksanakan ta'at kepada perintah dari Allah swt. 
3) Akal berfungsi untuk mencegah ma'siat yang dilarang oleh Allah swt. 
Seumpamanya seseorang telah bisa menggunakan akalnya sesuai dengan fungsinya, maka orang tersebut tidak akan menolak kepada karomahnya para wali atau apapun sesuatu yang aneh-aneh, maka akal tersebut tergolong AKAL YANG SEHAT, yang bisa menjadikan sehat jasad, nyawa dan rasanya. ( http://www.dokumenpemudatqn.com/2012/05/pengertian-manaqib.html#ixzz2yd9ruPpJ) 
Pada umumnya masyarakat Islam Indonesia  memberikan pengertian manakib ini dikaitkan dengan riwayat Sayyidah Khadijah al Kubra rda., Syekh Abdul Qadir al Jilani ra, Syekh Samman al Madani dan lain-lain dari berbagai sisi, misalnya dari sisi ibadahnya, akhlaknya, silsilahnya, keramatnya dan sebaginya.
Adalah perlu sekali masyarakat Islam mengetahui tentang sejarah timbulnya upacara pembacaan manakib (upacara manakiban) dengan maksud agar kita sebagai umat Islam dengan jelas dan jujur memahami latar belakang adanya upacara tersebut yang hingga saat ini terus berkembang di kalangan masyarakat Islam di Indonesia. Jika faktor sejarah ini sengaja disingkirkan, maka wajar terjadi pemahaman yang keliru.
Sebenarnya sejak zaman dahulu, baik sebelum Nabi Muhammad SAW lahir maupun sesudah wafatnya, maka manakiban itu sudah ada dan diterangkan di dalam al Quran. Seperti dapat dilihat bahwa di dalam Al Qur'an telah diceritakan dengan jelas sekali adanya manakib Siti Maryam, Dzul Qurnain, Ashabul Kahfi dll. Begitu juga setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW banyak bermunculan manakib seperti Manakib Abu Bakar Shiddiq RA, Manakib Umar RA, Manakib Imam Syafi'i dan sebagainya. hal ini terjadi karena memahami firman Allah SWT : 

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ فَإِذَا جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُونَ (٧٨)

"Dan Sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; Maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil." (QS.Al Mu'min:78)

 Dan di ayat yang lain Allah SWT berfirman :

وَرُسُلا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا (١٦٤)

"Dan (kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung (QS.An Nisa :164)
Dua ayat di atas apabila diteliti maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
  1. Kita dianjurkan Allah SWT untuk mengadakan penelitian sejarah, baik bersumber dari Al Qur'an, Al Hadits dan sumber lain yang dapat dipercaya;
  2. Apabila sejarah tersebut sudah dapat diteliti, maka hasilnya sianjurkan untuk disampaikan kepada umat Islam baik secara lisan maupun tulisan;
  3. Kesimpulan tersebut dikarenakan banyak sejarah para nabi, shalihin dan awliya yang belum diterangkan oleh Allah SWT di dalam Al Qur'an.
 Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membicarakan kontroversi dan silang pendapat mengenai hukum membaca manakib, karena masing masing pendapat mengklaim memiliki dalil dan hujjah, ada yang mengatakan sunnah, ada yang menganggap bid'ah. sampai kapanpun kontroversi semacam ini tidak akan pernah bisa dikompromikan, sama halnya perbedaan pendapat tentang membaca Qunut dalam shalat dan sebagainya. Persoalan manakiban adalah sebuah realita tradisi dan budaya yang berkembang dan memperkaya khazanah budaya Indonesia yang sangat majemuk.
Marilah kita bersikap lebih dewasa dalam menghargai perbedaan pendapat di kalangan umat Islam, mari kita teladani bagaimana sikap para ulama besar pendahulu kita manakala mereka berbeda pendapat, sungguh indah sikap mereka. Tidak salah bila Nabi SAW menyatakan "perbedaan di kalangan umatku adalah merupakan rahmat". Wallahu A'lam bish shawaab.
 
Referensi :
  1. Marwan, H. Muhammad. 2011. Manakib Syekh Muhammad Samman Al Madani. (Kandangan: TB. Sahabat)
  2. http://www.dokumenpemudatqn.com/2012/05/pengertian-manaqib.html#ixzz2yd9ruPpJ)



7:06 PM | 0 comments

STRUKTUR KURIKULUM 2013 JENJANG MI, MTs DAN MA

Sejalan dengan filosofi progresivisme dalam pendidikan, Kompetensi Inti ibaratnya adalah anak tangga yang harus ditapaki peserta didik untuk sampai pada kompetensi lulusan jenjang Madrasah Aliyah. Kompetensi Inti (KI) meningkat seiring dengan meningkatnya usia peserta didik yang dinyatakan dengan meningkatnya kelas. Melalui Kompetensi Inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar (KD) pada kelas yang berbeda dapat dijaga.
Sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan multidimensi, Kompetensi Inti juga memiliki multidimensi. Untuk kemudahan operasionalnya, kompetensi lulusan pada ranah sikap dipecah menjadi dua. Pertama, sikap spiritual yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa. Kedua, sikap sosial yang terkait dengan tujuan pendidikan nasional membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
Kompetensi Inti bukan untuk diajarkan melainkan untuk dibentuk melalui pembelajaran berbagai kompetensi dasar dari sejumlah mata pelajaran yang relevan. Dalam hal ini mata pelajaran diposisikan sebagai sumber kompetensi. Apapun yang diajarkan pada mata pelajaran tertentu pada suatu jenjang kelas tertentu hasil akhirnya adalah Kompetensi Inti yang harus dimiliki oleh peserta didik pada jenjang kelas tersebut. Tiap mata pelajaran harus tunduk pada Kompetensi Inti yang telah dirumuskan. Karena itu, semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari pada kelas tersebut harus berkontribusi terhadap pembentukan Kompetensi Inti.
Kompetensi Dasar dibutuhkan untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan melalui Kompetensi Inti. Selain itu, Kompetensi Dasar diorganisir ke dalam berbagai mata pelajaran yang pada gilirannya berfungsi sebagai sumber kompetensi. Mata pelajaran yang dipergunakan sebagai sumber kompetensi tersebut harus mengacu pada ketentuan yang tercantum pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, khususnya ketentuan pada Pasal 37.
Selain jenis mata pelajaran yang diperlukan untuk membentuk kompetensi, juga diperlukan beban belajar per minggu dan per semester atau per tahun. Beban belajar ini kemudian didistribusikan ke berbagai mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi yang diharapkan dapat dihasilkan oleh tiap mata pelajaran.
Berikut adalah Struktur Kurikulum Madrasah Tahun 2013 untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah :




7:31 PM | 0 comments