MY STATUS

CHAT WITH ME !

Tukar Link Yuuk!

Anda Pengunjung Ke :

Page Rank

DOWNLOAD AREA

BIOGRAFI PARA SAHABAT

Statistic

Free counters!

BLOG SAHABAT






SC Community

tips and trick,info dan berita
Amfibi Web Search & Directory

< href="http://www.m-edukasi.web.id/">www.m-edukasi.web.id blog guru
Sahabat Edukasi

PARA ISTERI RASULULLAH SAW

Bagi manusia awam, istri atau suami merupakan bagian dari bentuk kehidupan itu sendiri. Hati manusia seakan tak dapat hidup secara layak tanpa seorang pendampingdalam kehidupannya. Seorang laki-lakiakan merasa damai hidupnya apabila didampingioleh seorang wanita sebagai istri. Seorang wanita akan merasa damai hidupnya apabila
didampingi oleh seorang laki-laki sebagai suaminya. Demikian juga halnya dengan Muhammad SAW selaku seorang nabi, rasul utusan Allah. Dalam kehidupannya sebagai seorang nabi atau rasul, dalam menjalani kehidupannya tidak terlepas dari kehidupan seseorang yang membutuhkan seorang pendamping sebagai seorang istri.
Pada umumnya dalam meniti kehidupannya seorang laki-laki didampingi oleh seorang istri. Seorang wanita didampingi oleh seorang suami. Tetapi karena kodrat manusiawi, seorang laki-laki cenderung lebih kuat dan lebih perkasa dibandingkan seorang wanita. Pada saat tertentu seorang wanita membutuhkan perlindungan dari seorang lelaki. Bahkan bila memungkinkan, seorang laki-lakidiperlukan untuk menjadi pendamping dan pelindung bagilebih dari seorang wanita. Juga sepertiyang tertera di dalam Al-Qur'an yang di sumber hukum dan pedoman hidup bagi kaum muslim, seorang laki-laki diperbolehkan mendampingidua orang, tiga orang, atau empat orang istri. Dengan kata lain, apabila ada kemampuan, seorang laki-laki muslim diperkenankan
menjadi pelindung bagi lebih dari seorang istri. Boleh dua, tiga, atau empat orang istri.
Dengan catatan para istri itu harus diperlakukan secara adilsesuaidengan kemampuan Kaitannya dengan hal tersebut karena Muhammad SAW itu seorang utusan Allah, seorang penerima wahyu yang membawa dan menyebarkan agama lslam, di sisi lain Muhammad SAW juga seorang manusia yang meniti kehidupannya di dunia fana, berapa orang wanita-wanita yang menjadi istri Muhammad SAW selaku rasul Allah itu? Menurut catatan yang dapat dipakai pegangan dan dapat di pertanggung jawabkan, para wanita yang terpilih menjadi istri Muhammad SAW selaku utusan Allah ada 13 (tiga belas) orang. Data ini sesuai dengan beberapa sumber. Salah satunya ialah yang ditulis oleh AliAs Sabuni dalam bukunya yang berjudul "Kekeliruan Pandangan Terhadap Poligami RasulSAW" yang diterbitkan oleh Peneribit "TriGenda Karya" Bandung pada tahun 1993. Juga sumber lain yang ditulis oleh Amru Yusuf dalam bukunya yang diterbitkan oleh Penerbit  Gema lnsani" Jakarta berjudul "lsteri Rasulallah Gontoh dan Teladan" fada Tahun 1997. Mereka yang  menjadi istri-istri rasul adalah :
1. KHADIJAH binti KHUWAILID
2. SAUDAH binti ZAM'AH
3. AISYAH bintiABU BAKAR
4. HAFSAH binti UMAR
5. ZAENAB binti KHUZAIMAH
6. ZAENAB bintiJAHSY|
7. UMI SAI.AMAH biNti ABU UMAYAH
8. UMMU HABIBAH bintiABU SOFYAN
9. JUWARIYAH binti HARITS
10. SOFIYAH biNti HUYAIY
11. MAIMUNAH biNti HARITS AL-HILALIYAH
12. MARIYAH binti SAMI'UN AL QIBTIYAH
13. RAIHANAH bintiZAED bin AMRU

Tetapi selain ke 13 orang isteri Muhammad yang telah disebutkan di atas, ada sumber lain lagi yang mengatakan bahwa isteri Muhammad SAW adalah 15 orang. Sumber tersebut berasal dari Qotadah. Menurut Qotadah, "Nabi menikahi 15 orang wanita. Selain 13 orang yang telah tertera di atas,2 orang wanita lainnya adalah: Asma'binti Nu'man al-Kindy dan Amrah bintiYazid al-Kilaby. Namun kedua orang
wanita tersebut oleh Muhammad SAW dikembalikan kepada keluarga masing-masing sebelum sempat berkumpul layaknya suami isteri Terlepas dari benar dan tidaknya sumber yang dibawa oleh Qotadah, karena oleh Allah Muhammad SAW itu terlahir dan terpilih sebagai uswatun khasanah, sebagai contoh yang terbaik bagi umat manusia di seluruh dunia, perkawinan Muhammad SAW dengan beberapa istrinya tersebut tidak berlangsung semata-mata demi kehidupan secara duniawi. Tetapi perkawinan Muhammad SAW dengan para istrinya lebih banyak dilatar belakangi oleh faktor mendidik dan mengaiar, agama bermasyarakat, dan berpolitik. Faktor-faktor itulah yang melandasi dan melatarbelakangi, mengapa Muhammad sAW itu menikahi beberapa orang wanita sebagai isteri dengan latar belakang yang berbeda-beda. Apa, mengapa, bagaimana para wanita itu dipilih oleh Allah dan dijadikan sebagai istri-istri Muhammad SAW.
SUMBER : Kusaeri, YS.2009. Mengenal Riwayat Hidup Rasulullah Muhammad SAW. (Tuban : Mulia Abadi)

9:11 PM | 0 comments

Penggunaan Media Pembelajaran Ala Rasulullah SAW

Salah satu isu penting dalam pengembangan Kurikulum 2013 adalah optimalisasi pemanfaatan berbagai sumber dan media pembelajaran, guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber informasi melainkan lebih berperan sebagai fasilitator dan pengarah serta motivator agar proses pembelajaran menjadi sesuatu yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan bagi peserta didik (PAIKEM).
Di saat dunia pendidikan dewasa ini ramai-ramai membicarakan tentang media pembelajaran, sesungguhnya sudah sejak 14 abad lebih yang lampau, Maha Guru Paling Sukses Sepanjang Sejarah Manusia, Rasulullah SAW telah memberikan contoh bagaimana cara mengajar yang baik, salah satunya dengan menggunakan media berupa gambar di mana beliau membantu ucapannya di sebagian pembicaraannya dengan gambar-gambar yang akan mendekatkan makna kepada otak dan membantu menghafal, di antaranya:
  1. Dari Ibnu Mas'ud RA;, dia berkata, Nabi SAW membuat garissegi empat dan membuat garis tengah keluar dari garis tersebut.Lalu membuat garis-garis kecil ke arah garis tengah darigaris yang ada di samping garis tengah seraya bersabda :
 
"Ini adnlah manusia, dan ini adalah ajalnya yang mengitarinya dan garis yang keluar ini adalah angan-angannya sementara garis-garis kecil ini adnlah rintangan, jikn yang ini tidak mengenainya, maka digigit oleh yang ini, ilnn jika yang ini tidak mengenainya, makn akan digigit oleh yang ini."

Dan berikut adalah gambarnya :


2. Dari Abdullah bin Mas'ud RA dia berkata :
" Rasulullah lW membuat sebuah garis dengan tangannya kemudian bersabda, 'lni adalah jalan Allah yang lurus.' LaIu membuat garis di kanan dan kirinya kemudian bersabda, ' lalan-jalan ini, tidak satu pun dnri jalan-jalan ini kecuali di antaranya ada setan yang menyetu kepadanya.' Kemudian beliau membaca,
'Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adnlah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencersi-beraikan kamu dari jalanNya'. " (Al-An'am: 153)
Kesimpulan:
  1. Mendukung penjelasan dengan gambar dan tulisan akanmenambah kuat penjelasan.
  2. Menggabungkan antara gambar dan tulisan denganmetode ceramah m.embantu menyampaikan pelajaran dengan mudah dan lebih cepat.
  3. Tulisan dan gambar haruslah jelas, dapat dilihat oleh semua siswa dengan memperhatikan tidak adanya penghalang-penghalang yang bisa menghalangi penglihatan siswa kepadanya.
Referensi : Asy Syalhub, Fuad bin Abdul Aziz. 2008. Begini Seharusnya Menjadi Guru.Panduan Lengkap Metodologi Pengajaran cara Rasulullah. (Jakarta : Darul Haq)

9:43 PM | 0 comments

Karakter Qur'any yang mesti dimiliki seorang Guru


Sebagai seorang pendidik, seyogyanyalah guru memiliki karakter-karakter mulia dan luhur sebagaimana dijelaskan dalam banyak ayat al Qur'an dan telah dicontohkan secara sempurna oleh Rasulullah SAW. Di antara karakter mulia tersebut adalah :
  1. Ikhlas
Sebuah perkara agung yang dilalaikan oleh banyak kalangan pengajar dan pendidik adalah membangun dan menanamkan prinsip mengikhlaskan ilmu dan amal hanya untuk Allah. Betapa banyak ilmu yang bermanfaat dan amalan-amalan mulia untuk umat namun pemiliknya tidak mendapat bagian manfaat darinya sedikit juapun dan pergi begitu saja bagaikan debu yang berterbangan ditiup angin. Hal itu tidak lain disebabkan karena pemiliknya tidak mengikhlaskan ilmu dan amal mereka serta tidak menjadikannya di jalan Allah.
Poros dari semua itu terletak pada niat di dalam dada yang tidak tersembunyi sedikitpun bagi Allah.
قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Katakanlah: "Jika kamu Menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS. Ali Imran:29)

2.    Jujur
Sifat jujur adalah mahkota di atas kepala seorang pengajar, jika sifat itu hilang darinya maka ia akan kehilangan kepercayaan manusia akan ilmunya dan pengetahuan-pengetahuan yang disampaikan kepada mereka, karena pada umumnya peserta didik akan menerima setiap apa yang dikatakan gurunya. Jika peserta didik menemukan kedustaan pada gurunya otomatis akan membias kepadanya dan jatuhlah martabat gurunya. Jujur adalah kunci keselamatan dunia akhirat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”(QS. At Taubah : 119)

3.    Serasi antara kata dan perbuatan
Janganlah seorang guru hanya bisa mengajarkan atau menyuruh berbuat kebaikan sementara ia sendiri tidak melakukan sebagaimana yang ia ajarkan. Bukankah Nabi Muhammad SAW selalu menjadi orang pertama yang melaksanakan setiap apa yang beliau ajarkan?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ .كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”(QS. Ash Shaf :2-3)


4.    Bersikap adil dan tidak berat sebelah
Allah SWT memerintahkan kita untuk bersikap adil dalam segala urusan dan dalam setiap kedudukan, demikian juga halnya seorang guru dituntut untu bersikap adil dan menanamkan sikap adil kepada para muridnya. Peserta didik yang selalu mendapatkan perlakuan yang adil, berimbang dan tidak berat sebelah dari gurunya insya Allah akan menjadi pribadi yang baik dan bisa mencontoh sikap adil yang ditunjukkan guru-gurunya.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.(QS. An Nahl : 90)


5.    Berakhlak mulia dan terpuji
Tidak ada keraguan bahwa kata-kata yang baik dan tutur bahasa yang bagus mampu memberikan pengaruh pada jiwa seseorang, mendamaikan hati, serta menghilangkan dengki dan dendam di dada. Begitu juga raut wajah dan bahasa tubuh yang tampak dari seorang guru akan mampu menciptakan umpan balik positif atau negatif pada peserta didik.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”(QS. Ali Imran : 159)

6.    Tawadhu
Tawadhu adalah akhlak terpuji yang akan menambah kehormatan dan wibawa pada pemiliknya, dan barangsiapa yang beranggapan bahwa tawadhu adalah perangai rendah yang mesti dijauhi dan ditinggalkan, maka dia telah salah dan jauh dari harapan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui” (QS. Al Maidah : 54)


TO BE CONTINUED

9:44 PM | 1 comments

Peringatan Nabi SAW tentang Amanah






(Hadits ke-79) Dari Hudzaifah bin Al Yaman-ra.,.ia berkata: Rasulullah saw. menceriterakan kepada kami dua peristiwa, yang pertama sudah saya ketahui dan yang kedua snya sedang rnenunggu ceriteranya. Yang pertama yaitu beliau menceriterakan kepada kami bahwasanya amanah itu datang ke dalam lubuk hati orang-orang kemudian turunlah Al Qur'an maka mereka mau mempelajari Al Qur'an dan juga mereka mau mempelajari As Sunnah. Kemudian yang kedua bahwasanya beliau menceriterakan tentang dicabutnya amanah, dimana beliau bersabda: seseorang sedang tidur kemudian tercabutlah amanah itu dari hatinya maka hanya tinggal bersisa sedikit saja, kemudian ia tidur lagi maka tercabut pula sisa amanah itu dan yang ada hanya bekasnya seperti bekas kepalan yaitu seperti bara api yang terinjak oleh kakimu maka timbullah bengkak dan kamu melihat bahwa di situ tidak ada apa-apanya”. Beliau lantas mengambil batu kecil lantas menginjaknya dengan kaki beliau. Maka orang-orang yang berjual beli itu hampir tidak ada satu pun yang menunaikan amanah sehingga dikatakan bahwa si Fulan adalah seseorang yang dapat dipercaya sehingga si Fulan itu dipuji : "Alangkah sabarnya, alangkah cerdiknya dan alangkah pandainya”, padahal di dalam hatinyatidak ada sedikitpun rasa iman walaupun sebiji sawi. Sungguh telah datang kepadaku suatu masa di mana saya tidak akan memperdulikan siapakah yang masih dapat saya percaya seandainya ia seorang muslim maka ia pasti akan menunaikan amanahnya, dan seandainya ia orang nasrani atau yahudi maka ia akan menunaikan amanahnya kepadaku karena usaha (perdagangannya) itu. Jadi sekarang saya tidak mempercayai dengan sepenuh hati kepada kamu sekalian kecuali si Fulan dan si Fulan” (HR. Bukhari dan Muslim)

5:37 PM | 0 comments

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemilihan Media

 Berkenaan dengan hal-hal yang perlu diperhatikan guru dalam memilih media pendidikan yang sesuai, pertanyaan-pertanyaan yang kini timbul adalah:
  1. Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media pengajaran?
  2. Mengapa faktor-faktor tersebut dipandang penting?
  3. Hat-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam setiap faktor tersebut?
Agar kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung secara efektif dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai, diperlukan adanya dukungan media pengajaran, baik itu media cetak, media elektronik, atau objek nyata (realia).
Memilih media yang terbaik untuk tujuan instruksional bukan pekerjaan yang mudah. Hal ini diakui oleh mereka yang pernah berkecimpung dalam tugas itu. Pemilihan itu rumit'dan sulit, karena didasarkan pada beberapa faktor yang saling berhubungan.
Di bawah ini dikemukakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media yang tepat.
  1. Jenis kemampuan yang akan dicapai, sesuai dengan tujuan pembelajaran . Sebagaimana diketahui, bahwa tujuan pengajaran itu menjangkau daerah kognitif, afektif dan psikomotor. Bila akan memilih media pengajaran, perlu dipertimbangkan seberapa jauh media tersebut ampuh mengembangkan kemampuan atau perilaku yang terkandung dalam rumusan tujuan yang, akan dicapai.
  2. Kegunaan dari berbagai jenis media itu sendiri' Setiap jenis media mempunyai nilai kegunaan sendiri-sendiri.  Hal ini harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih jenis media yang digunakan.is media.
  3. Kemampuan guru menggunakan suatu jenis media. Betapapun tingginya nilai kegunaan media  hal itu tidak akan memberikan manfaat yang optimum jika guru kuranq/belum mampu menanganinya dengan baik. Oleh karena itu kesederhanaan pembuatan dan penggunaan media sering menjadi faktor penentu
    bagi guru dalam memilih media.
  4. Keluwesan atau fleksibilitas dalam penggunaannya. Dalam memilih media harus dipertimbangkan pula faktor keluwesan / fleksibilitas, dalam arti seberapa jauh media tersebut dapat digunakan dengan praktis dalam berbagai situasi dan mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. 
  5. Kesesuaiannya dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada. Salah satu hambatan yang sering dialami dalam mengajar adalah kurangnya waktu yang tersedia apalagi kalau kurikulumnya  terlalu sarat isinya. Salah satu faktor yang perlu pula dipertimbangkan dalam memilih media ialah seberapa jauh penggunaan media tersebut masih sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia bagi pengajaran yang bersangkutan. Di samping itu, dalam memilih media pembelajaran perlu diperhatikan pula seberapa jauh penggunaannya didukung oleh sarana/prasarana yang ada seperti listrik, cahaya dan lain-lain.
  6. Ketersediaannya. Acapkali media yang terbaik tidak tersedia sehingga guru memilih media yang lain, media tersebut sudah tersedia atau mudah menyediakannya
  7. Biaya. Guru atau lembaga pendidikan biasanya mencari media yang murah atau ekonomis,sehingga media yang paling ampuh tapi mahal jarang digunakan.
Referensi :
R. Ibrahim & Nana Syaodih S. 2003. Perencanaan Pengajaran. (Jakarta : Rineka Cipta)

5:32 PM | 0 comments

SISI LAIN SALAHUDDIN AL AYYUBY

 Dia adalah pahlawan Islam yang tercatat dalam sejarah dengan huruf dari cahaya.Dengannya lah mata kaum mukminn menjadi cerah kembali dan Allah pun memberikan kemuliaan pada umat ini. Dia adalah pedang Islam yang dengannya Allah menaklukkan Baitul Maqdis setelah sebelumnya dikuasai oleh musuh selama 90 tahun. Dia adalah patrlawan perang Hittin penakluk pasukan Salib dan panji agama Allah Yusuf bin Ayyub bin Syadza Abu Al Muzhaffar Shalahuddin Al Ayyubi yang bergelar Al Malik An Nashir.
Asal usulnya adalah di perkampungan Duwain di timur Adzerbaijan dan dia termasuk orang Kurdi. Mereka menetap di Tikrit daerah di Irak dan di sanalah Shalahuddin dilahirlkan pada tahun 532H dan dia wafat di Mesir pada tahun 589 H,.
Salah satu yang ajaib ketika kita membicarakan sosok yang satu ini adalah ketika kita membuka sisi ruhiyah beliau. Meskipun dia menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam peperangan membela Islam, tapi itu tidak membuatnya lupa akan ibadah sunnah berupa tahajjud dan shalat malam serta menuntut ilmu agama, mendengarkan hadits.
Para ahli sejarah mencatat bahwa dia selalu melaksanakan shalat malam di bagian tertentu pada malam hari serta selalu menjaga shalat berjamaah. Salah seorang hakim yang hidup semasa dengan Shalahuddin menceritakan bahwa dia sangat keras menjaga shalat berjamaah. Bahkan disebutkan pada suaru hari bahwa
dia punya beberapa tahun dimana dia tidak pernah shalat fardhu kecuali dalam berjamaah. Kalau dia sakit maka dia minta imam sendiri dan memaksakan diri untuk tetap berdiri meski sakitnya parah dan tetap shalat berjamaah. Dia juga senantiasa menjaga shalat-shalat sunnah dan rawatib.
Dia juga orang yang lembut hati, sering menitikkan air  rnata ketika mendengar lantunan ayat suci Al Qrr'an.
Dalam hal mendengar hadits Nabi SAW dia termasuk orang yang palirg sering melakukan, dimana dia mendengar dari Abu Al Fath Ash Shabuni, Abu Thahir As Silafi dan Ibnu Auf. Mereka adalah para ulama besar di bidang hadits di zaman itu. Dia selalu berangkat ke majlis-majlis mereka dan dia juga suka membaca hadits sendiri kala sendirian dan mengingat-ingat beberapa catatannya. Kalau dia membaca hadits tentang kelembutan maka dia pun menitikkan air mata. Ia hafal kitab At Tanbih dalam bidang fikih dan kitab Al Hamasah dalam bidang syair. Selain itu, diajuga punya pengetahuan yang bagus tentang nasab arab.
Doanya
Meski Shalahuddin ini adalah tokoh politik dan ahli peperangan, tapi bila dia melihat kaum muslimin mengalami musibah maka dia segera minta tolong kepada Allah, menghabiskan malam dengan berdoa serta ruku'dan sujud mohon pertolongan Allah. Para ahli sejarah mencatat ketika tentara.salib berada dekat dengan Baitul maqdis dalam jumlah besar dengan senjata super lengkap melebihi kaum muslimin sehingga orang-orang mulai ketakutan maka beberapa panglima memberi nasehat agar dia berada di pasukan di luar Al Quds karena mereka tahu bahwa tentara salib hanya menginginkan dirinya saja. Tapi dia tetap bertahan di Al Quds dan di malam harinya dia menghabiskan malam dengan berdoa dalam sujudnya, "YaTuhanku, penghasilanku telah terputus demi menolong agamu-Mu dan tak ada lagi yang tersisa kecuali mohon kekekalan menuju diri-Mu, berpegang teguh dengan tali-Mu dan bersandar hznya kepada fadhilah-Mu. Cukuplah Engkau sebagai pelindung dan sebaik-baik tempat menyerahkan diri"
Ibnu Syaddad mengatakan,"Saat itu aku melihatnya sedang sujud dan airmatanya bertetesan di jenggotnya, kemudian mengalir di sajadah. Tak berapa lama sampai berita bahwa tentara salib malah berpecah belah dan Allah menurunkan ketakutan pada mereka karena kekurangan air, karena Sulthan Shalahuddin telah menghancurkan semua sumber air di sekitar Al Qrds supaya tidak bisa dijadikan bekal olbh musuh. Pada pagi hari Senin ada yang membawa kabar gembira bahwa mereka sudah mundur menuju Ar Ramlah. Inilah yang aku saksikan berupa kepasrahannya minta tolong hanya kepada Allah."
Keberaniannya
Seringnya melaksanakan perintah Allah dan menjalankan amalan sunnah akan menumbuhkan jiwa pengorbanan.dan keyakinan yang tinggi kepada Allah serta berani menghadapi musuh. Begitulah yang dialami oleh Shalahuddin. Orang-orang yang semasa dengannya menggambarkan bahwa dia sangat pemberani, berkepribadian kuat, dahsyat hukumannya dan tidak takut dengan banyaknya musuh. Sebagian orang yang pernah melihatnya berkata, "Demi Allah aku telah melihatnya beruda di tengah raja-raja Eropa dari Inggris, Perancis, Jerman dan lain-lain bersama dengan lebih dari 600 ribu pasukan, belum lagi dengan perlengkapan
perang yang bahkan belum dikenal bangsa Arab kala itu. Tapi hal itu tidak menciutkan Shalahuddin, justru dia semakin yakin akan pertolongan Allah. Ketika dia mengintai pasukan musuh maka dia mengamati berapa kekuatan mereka, dan itu dilakukannya dalam satu malam sendirian, kadang sekali atau dua kali dia melakukannya. Belum pernah aku melihat dia merasa bahwa musuh terlalu banyak atau terlalu kuat. Kalau perang sudah berkecamuk dengan dhasyat maka dia berkeliling di kedua pasukan dan tidak ada satupun yang mengawalnya.Dia bisa mengobrak abrik pasukan musuh dari kanan menuju ke kiri.
Bahkan pernah dibacakan kepadanya dua bagian kitab hadits ketika dia berada di depan musuh. . Suatu hari Shalahuddin pernah berkata kepada sang hakim Bahauddin bin Syaddad, "Ku sampaikan apa yang menjadi keinginanku dalam hati. Andai Allah memudahkanku ingin rasarlya kutaklukkan sisa-sisa negeri di pinggiran pantai ini lalu aku bagi menjadi beberapa negeri kemudian aku beri pesan dan aku tinggalkan lalu aku seberangi lautan menuju berbagai pulaunya aku telusuri satu persatu sampai tak kusisakan di muka bumi ini ada orang yang kafir kepada Allah. Atau kalau tidak aku akan mati."
Bahauddin berkata padanya,"Takada di muka bumi yang lebih berani daripada tuan serta tak ada yang niatnya lebih kuat dari anda."
Shalahuddin berkata, "Mengapa begitu?" Bahauddin menjawab, "Dalam hal keberanian karena tuan tidak takut dengan lautan ini, sedangkan dalam hal menolong agama Allah karena sultan tidak merasa puas telah berhasil menguasai benteng musuh dan mengusir mereka dari bumi kaum muslimin sampai membersihkan seluruh muka bumi dari orang-orang kafir.
Sultan pun berkata kepada Ibnu Syaddad, 'Aku minta fatwa darimu mati yang bagaimana yang lebih mulia?"
Dia menjawab,"Mati di jalan Allah'" Shalahuddin berkata, "Itulah tujuanku karena aku ingin mendapatkan kematian terbaik."
Ibnu Syaddad memberi komentar tentang hal ini,"Lihatlah bagaimana mulianya dan bersihnya dia dan betapa beraninya jiwa yang satu ini. Ya Allah, sungguh Engkau maha tahu bahwa dia telah memberikan perjuangannya demi menolong agama-Mu, maka ampuni dan sayangilah dia.
Salah satu sifat yang dikenal dari sosok Shalahuddin adalah bahwa dia orang yang sangat dermawan dan suka memberi baik dalam keadaan susah maupun senang' Sampai-sampai ada sebagian orang berkata ketika melihatnya banyak kebaikan darinya, "Dia melihat harta seperti melihat tanah" dan dia biasa memberi melebihi yang diinginkan si peminta' Orang-orang tahu sifat itu darinya dan suka minta tambahan kepadanya di setiap waktu.
Salah seorang anggota dewannya mengatakan ketika Allah membuatnya berhasil menaklukkan Akka dia memberikan kuda kepada sepuluh ribu prajurit belum termasuk pakaian dan barang-barang berharga lainnya yang tidak bisa dihitung' Meski demikian dia tidak pernah menyimpan harta banyak untuk dirinya pribadi, baik berupa uang maupun barang tak bergerak. Bahkan ketika dia meninggal dunia tidak ditemukan harta penin ggalannya yang bisa mencukupi prosesi pemakamannya mulai dari kafan sampai pemandian selain seharga satu dinar, sampai-sampai hakim memberikan pakaian kepadanya dalam bentuk pinjaman.
Maha suci Allah betapa dahsyatnya pemberian Islam  kepada pribadi penganutnya. Dia adalah sulthan kerajaan dunia dan berhasil menjungkir balikkan para tentara Eropa, Harta rampasan perang luar biasa banyak dia dapatkan bahkan tak bisa dihitung, tapi keluarganya tidak menemukan hartanya untuk sekedar mencukupi pembelian kain kafan?!
S alah satu yang diungkapkan mengenai kelembutan hatinya adalah ada beberapa pencuri masuk ke perkemahan musuh dan
mereka berhasil mengambil beberapa hewan dan beberapa perhiasan. Pada malam berikutnya pencuri berhasil membawa seorang anak yang masih mennyusu berusia tiga bulan. Akhirnya ibu anak ini dendam kepada pencuri tersebut dan menangia meratap sepanjang malam sampai terdengar beritanyadi telinga raja Salib. Mereka berkata pada wanita itu, " Kami izinkan kamu pergi menemui Sultan Shalahuddin hatinya lembut, mintalah kepadanya niscaya dia akan mengembalikannya kepadamu."
Wanita inipun pergi dan sampai di perkemahan sultan. Dia juga membawa beberapa pengikutnya. Dia menangis sejadi jadinyadan melumuri wajah dengan tanah. Sultan bertanya tentang apa yang dia alami, diapun mengisahkan membuat sultan iba dan menangis. Beliau lalu memerintahkan untuk mencari anak itu dari orang yang membelinya. Ternyata para pencuri itu menjual anak tersebut. Sultan membayarnya dengan uang sendiri dan dia senantiasa menunggui ibu bayi tersebut sampai kemudian mengembalikan bayi itu kepadanya. Lalu wanita ini diantar pulang dengan pengawalan dari tentara muslim sampai di tempat mereka.
DemikMemang beginilah akhlak Islam dan peradaban yang diajarkannya sehingga musuhpun mengakui.ianlah akhlak kaum berimain yang senantiasa beribadah dan rajin shalat tahajjud. 

dikutip dari :
Ahmad Musthafa Qasim Ath Thahthawi.2010.Menggapai Syahid di Kala Malam. (Jakarta:Khalis Media)


6:48 PM | 0 comments