Karakter Qur'any yang mesti dimiliki seorang Guru


Sebagai seorang pendidik, seyogyanyalah guru memiliki karakter-karakter mulia dan luhur sebagaimana dijelaskan dalam banyak ayat al Qur'an dan telah dicontohkan secara sempurna oleh Rasulullah SAW. Di antara karakter mulia tersebut adalah :
  1. Ikhlas
Sebuah perkara agung yang dilalaikan oleh banyak kalangan pengajar dan pendidik adalah membangun dan menanamkan prinsip mengikhlaskan ilmu dan amal hanya untuk Allah. Betapa banyak ilmu yang bermanfaat dan amalan-amalan mulia untuk umat namun pemiliknya tidak mendapat bagian manfaat darinya sedikit juapun dan pergi begitu saja bagaikan debu yang berterbangan ditiup angin. Hal itu tidak lain disebabkan karena pemiliknya tidak mengikhlaskan ilmu dan amal mereka serta tidak menjadikannya di jalan Allah.
Poros dari semua itu terletak pada niat di dalam dada yang tidak tersembunyi sedikitpun bagi Allah.
قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Katakanlah: "Jika kamu Menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS. Ali Imran:29)

2.    Jujur
Sifat jujur adalah mahkota di atas kepala seorang pengajar, jika sifat itu hilang darinya maka ia akan kehilangan kepercayaan manusia akan ilmunya dan pengetahuan-pengetahuan yang disampaikan kepada mereka, karena pada umumnya peserta didik akan menerima setiap apa yang dikatakan gurunya. Jika peserta didik menemukan kedustaan pada gurunya otomatis akan membias kepadanya dan jatuhlah martabat gurunya. Jujur adalah kunci keselamatan dunia akhirat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”(QS. At Taubah : 119)

3.    Serasi antara kata dan perbuatan
Janganlah seorang guru hanya bisa mengajarkan atau menyuruh berbuat kebaikan sementara ia sendiri tidak melakukan sebagaimana yang ia ajarkan. Bukankah Nabi Muhammad SAW selalu menjadi orang pertama yang melaksanakan setiap apa yang beliau ajarkan?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ .كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”(QS. Ash Shaf :2-3)


4.    Bersikap adil dan tidak berat sebelah
Allah SWT memerintahkan kita untuk bersikap adil dalam segala urusan dan dalam setiap kedudukan, demikian juga halnya seorang guru dituntut untu bersikap adil dan menanamkan sikap adil kepada para muridnya. Peserta didik yang selalu mendapatkan perlakuan yang adil, berimbang dan tidak berat sebelah dari gurunya insya Allah akan menjadi pribadi yang baik dan bisa mencontoh sikap adil yang ditunjukkan guru-gurunya.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.(QS. An Nahl : 90)


5.    Berakhlak mulia dan terpuji
Tidak ada keraguan bahwa kata-kata yang baik dan tutur bahasa yang bagus mampu memberikan pengaruh pada jiwa seseorang, mendamaikan hati, serta menghilangkan dengki dan dendam di dada. Begitu juga raut wajah dan bahasa tubuh yang tampak dari seorang guru akan mampu menciptakan umpan balik positif atau negatif pada peserta didik.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”(QS. Ali Imran : 159)

6.    Tawadhu
Tawadhu adalah akhlak terpuji yang akan menambah kehormatan dan wibawa pada pemiliknya, dan barangsiapa yang beranggapan bahwa tawadhu adalah perangai rendah yang mesti dijauhi dan ditinggalkan, maka dia telah salah dan jauh dari harapan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui” (QS. Al Maidah : 54)


TO BE CONTINUED
Share this article now on :

+ comments + 1 comment

May 17, 2014 at 4:48 PM

Blognya keren gan

Terimakasih Arif Hidayatullah atas Komentarnya di Karakter Qur'any yang mesti dimiliki seorang Guru

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))