SISI LAIN SALAHUDDIN AL AYYUBY

 Dia adalah pahlawan Islam yang tercatat dalam sejarah dengan huruf dari cahaya.Dengannya lah mata kaum mukminn menjadi cerah kembali dan Allah pun memberikan kemuliaan pada umat ini. Dia adalah pedang Islam yang dengannya Allah menaklukkan Baitul Maqdis setelah sebelumnya dikuasai oleh musuh selama 90 tahun. Dia adalah patrlawan perang Hittin penakluk pasukan Salib dan panji agama Allah Yusuf bin Ayyub bin Syadza Abu Al Muzhaffar Shalahuddin Al Ayyubi yang bergelar Al Malik An Nashir.
Asal usulnya adalah di perkampungan Duwain di timur Adzerbaijan dan dia termasuk orang Kurdi. Mereka menetap di Tikrit daerah di Irak dan di sanalah Shalahuddin dilahirlkan pada tahun 532H dan dia wafat di Mesir pada tahun 589 H,.
Salah satu yang ajaib ketika kita membicarakan sosok yang satu ini adalah ketika kita membuka sisi ruhiyah beliau. Meskipun dia menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam peperangan membela Islam, tapi itu tidak membuatnya lupa akan ibadah sunnah berupa tahajjud dan shalat malam serta menuntut ilmu agama, mendengarkan hadits.
Para ahli sejarah mencatat bahwa dia selalu melaksanakan shalat malam di bagian tertentu pada malam hari serta selalu menjaga shalat berjamaah. Salah seorang hakim yang hidup semasa dengan Shalahuddin menceritakan bahwa dia sangat keras menjaga shalat berjamaah. Bahkan disebutkan pada suaru hari bahwa
dia punya beberapa tahun dimana dia tidak pernah shalat fardhu kecuali dalam berjamaah. Kalau dia sakit maka dia minta imam sendiri dan memaksakan diri untuk tetap berdiri meski sakitnya parah dan tetap shalat berjamaah. Dia juga senantiasa menjaga shalat-shalat sunnah dan rawatib.
Dia juga orang yang lembut hati, sering menitikkan air  rnata ketika mendengar lantunan ayat suci Al Qrr'an.
Dalam hal mendengar hadits Nabi SAW dia termasuk orang yang palirg sering melakukan, dimana dia mendengar dari Abu Al Fath Ash Shabuni, Abu Thahir As Silafi dan Ibnu Auf. Mereka adalah para ulama besar di bidang hadits di zaman itu. Dia selalu berangkat ke majlis-majlis mereka dan dia juga suka membaca hadits sendiri kala sendirian dan mengingat-ingat beberapa catatannya. Kalau dia membaca hadits tentang kelembutan maka dia pun menitikkan air mata. Ia hafal kitab At Tanbih dalam bidang fikih dan kitab Al Hamasah dalam bidang syair. Selain itu, diajuga punya pengetahuan yang bagus tentang nasab arab.
Doanya
Meski Shalahuddin ini adalah tokoh politik dan ahli peperangan, tapi bila dia melihat kaum muslimin mengalami musibah maka dia segera minta tolong kepada Allah, menghabiskan malam dengan berdoa serta ruku'dan sujud mohon pertolongan Allah. Para ahli sejarah mencatat ketika tentara.salib berada dekat dengan Baitul maqdis dalam jumlah besar dengan senjata super lengkap melebihi kaum muslimin sehingga orang-orang mulai ketakutan maka beberapa panglima memberi nasehat agar dia berada di pasukan di luar Al Quds karena mereka tahu bahwa tentara salib hanya menginginkan dirinya saja. Tapi dia tetap bertahan di Al Quds dan di malam harinya dia menghabiskan malam dengan berdoa dalam sujudnya, "YaTuhanku, penghasilanku telah terputus demi menolong agamu-Mu dan tak ada lagi yang tersisa kecuali mohon kekekalan menuju diri-Mu, berpegang teguh dengan tali-Mu dan bersandar hznya kepada fadhilah-Mu. Cukuplah Engkau sebagai pelindung dan sebaik-baik tempat menyerahkan diri"
Ibnu Syaddad mengatakan,"Saat itu aku melihatnya sedang sujud dan airmatanya bertetesan di jenggotnya, kemudian mengalir di sajadah. Tak berapa lama sampai berita bahwa tentara salib malah berpecah belah dan Allah menurunkan ketakutan pada mereka karena kekurangan air, karena Sulthan Shalahuddin telah menghancurkan semua sumber air di sekitar Al Qrds supaya tidak bisa dijadikan bekal olbh musuh. Pada pagi hari Senin ada yang membawa kabar gembira bahwa mereka sudah mundur menuju Ar Ramlah. Inilah yang aku saksikan berupa kepasrahannya minta tolong hanya kepada Allah."
Keberaniannya
Seringnya melaksanakan perintah Allah dan menjalankan amalan sunnah akan menumbuhkan jiwa pengorbanan.dan keyakinan yang tinggi kepada Allah serta berani menghadapi musuh. Begitulah yang dialami oleh Shalahuddin. Orang-orang yang semasa dengannya menggambarkan bahwa dia sangat pemberani, berkepribadian kuat, dahsyat hukumannya dan tidak takut dengan banyaknya musuh. Sebagian orang yang pernah melihatnya berkata, "Demi Allah aku telah melihatnya beruda di tengah raja-raja Eropa dari Inggris, Perancis, Jerman dan lain-lain bersama dengan lebih dari 600 ribu pasukan, belum lagi dengan perlengkapan
perang yang bahkan belum dikenal bangsa Arab kala itu. Tapi hal itu tidak menciutkan Shalahuddin, justru dia semakin yakin akan pertolongan Allah. Ketika dia mengintai pasukan musuh maka dia mengamati berapa kekuatan mereka, dan itu dilakukannya dalam satu malam sendirian, kadang sekali atau dua kali dia melakukannya. Belum pernah aku melihat dia merasa bahwa musuh terlalu banyak atau terlalu kuat. Kalau perang sudah berkecamuk dengan dhasyat maka dia berkeliling di kedua pasukan dan tidak ada satupun yang mengawalnya.Dia bisa mengobrak abrik pasukan musuh dari kanan menuju ke kiri.
Bahkan pernah dibacakan kepadanya dua bagian kitab hadits ketika dia berada di depan musuh. . Suatu hari Shalahuddin pernah berkata kepada sang hakim Bahauddin bin Syaddad, "Ku sampaikan apa yang menjadi keinginanku dalam hati. Andai Allah memudahkanku ingin rasarlya kutaklukkan sisa-sisa negeri di pinggiran pantai ini lalu aku bagi menjadi beberapa negeri kemudian aku beri pesan dan aku tinggalkan lalu aku seberangi lautan menuju berbagai pulaunya aku telusuri satu persatu sampai tak kusisakan di muka bumi ini ada orang yang kafir kepada Allah. Atau kalau tidak aku akan mati."
Bahauddin berkata padanya,"Takada di muka bumi yang lebih berani daripada tuan serta tak ada yang niatnya lebih kuat dari anda."
Shalahuddin berkata, "Mengapa begitu?" Bahauddin menjawab, "Dalam hal keberanian karena tuan tidak takut dengan lautan ini, sedangkan dalam hal menolong agama Allah karena sultan tidak merasa puas telah berhasil menguasai benteng musuh dan mengusir mereka dari bumi kaum muslimin sampai membersihkan seluruh muka bumi dari orang-orang kafir.
Sultan pun berkata kepada Ibnu Syaddad, 'Aku minta fatwa darimu mati yang bagaimana yang lebih mulia?"
Dia menjawab,"Mati di jalan Allah'" Shalahuddin berkata, "Itulah tujuanku karena aku ingin mendapatkan kematian terbaik."
Ibnu Syaddad memberi komentar tentang hal ini,"Lihatlah bagaimana mulianya dan bersihnya dia dan betapa beraninya jiwa yang satu ini. Ya Allah, sungguh Engkau maha tahu bahwa dia telah memberikan perjuangannya demi menolong agama-Mu, maka ampuni dan sayangilah dia.
Salah satu sifat yang dikenal dari sosok Shalahuddin adalah bahwa dia orang yang sangat dermawan dan suka memberi baik dalam keadaan susah maupun senang' Sampai-sampai ada sebagian orang berkata ketika melihatnya banyak kebaikan darinya, "Dia melihat harta seperti melihat tanah" dan dia biasa memberi melebihi yang diinginkan si peminta' Orang-orang tahu sifat itu darinya dan suka minta tambahan kepadanya di setiap waktu.
Salah seorang anggota dewannya mengatakan ketika Allah membuatnya berhasil menaklukkan Akka dia memberikan kuda kepada sepuluh ribu prajurit belum termasuk pakaian dan barang-barang berharga lainnya yang tidak bisa dihitung' Meski demikian dia tidak pernah menyimpan harta banyak untuk dirinya pribadi, baik berupa uang maupun barang tak bergerak. Bahkan ketika dia meninggal dunia tidak ditemukan harta penin ggalannya yang bisa mencukupi prosesi pemakamannya mulai dari kafan sampai pemandian selain seharga satu dinar, sampai-sampai hakim memberikan pakaian kepadanya dalam bentuk pinjaman.
Maha suci Allah betapa dahsyatnya pemberian Islam  kepada pribadi penganutnya. Dia adalah sulthan kerajaan dunia dan berhasil menjungkir balikkan para tentara Eropa, Harta rampasan perang luar biasa banyak dia dapatkan bahkan tak bisa dihitung, tapi keluarganya tidak menemukan hartanya untuk sekedar mencukupi pembelian kain kafan?!
S alah satu yang diungkapkan mengenai kelembutan hatinya adalah ada beberapa pencuri masuk ke perkemahan musuh dan
mereka berhasil mengambil beberapa hewan dan beberapa perhiasan. Pada malam berikutnya pencuri berhasil membawa seorang anak yang masih mennyusu berusia tiga bulan. Akhirnya ibu anak ini dendam kepada pencuri tersebut dan menangia meratap sepanjang malam sampai terdengar beritanyadi telinga raja Salib. Mereka berkata pada wanita itu, " Kami izinkan kamu pergi menemui Sultan Shalahuddin hatinya lembut, mintalah kepadanya niscaya dia akan mengembalikannya kepadamu."
Wanita inipun pergi dan sampai di perkemahan sultan. Dia juga membawa beberapa pengikutnya. Dia menangis sejadi jadinyadan melumuri wajah dengan tanah. Sultan bertanya tentang apa yang dia alami, diapun mengisahkan membuat sultan iba dan menangis. Beliau lalu memerintahkan untuk mencari anak itu dari orang yang membelinya. Ternyata para pencuri itu menjual anak tersebut. Sultan membayarnya dengan uang sendiri dan dia senantiasa menunggui ibu bayi tersebut sampai kemudian mengembalikan bayi itu kepadanya. Lalu wanita ini diantar pulang dengan pengawalan dari tentara muslim sampai di tempat mereka.
DemikMemang beginilah akhlak Islam dan peradaban yang diajarkannya sehingga musuhpun mengakui.ianlah akhlak kaum berimain yang senantiasa beribadah dan rajin shalat tahajjud. 

dikutip dari :
Ahmad Musthafa Qasim Ath Thahthawi.2010.Menggapai Syahid di Kala Malam. (Jakarta:Khalis Media)

Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))