MY STATUS

CHAT WITH ME !

Tukar Link Yuuk!

Anda Pengunjung Ke :

Page Rank

DOWNLOAD AREA

BIOGRAFI PARA SAHABAT

Statistic

Free counters!

BLOG SAHABAT






SC Community

tips and trick,info dan berita
Amfibi Web Search & Directory

< href="http://www.m-edukasi.web.id/">www.m-edukasi.web.id blog guru
Sahabat Edukasi

MENGUKUR KADAR STRESS


Stress adalah sebuah kata singkat yang akrab dengan kehidupan masyarakat modern dewasa ini, berbagai persoalan hidup kerap membebani manusia di abad milennium ini mulai dari persoalan ekonomi, keluarga, bisnis hingga hubungan cinta. Semakin banyak persoalan yang dihadapi seseorang maka tingkat kemungkinan terkena stress juga semakin tinggi.
Adalah seorang Professor berkebangsaan Amerika, bemama Thomas Holms, menyatakan bahwa rohani manusia selalu mendapatkan beban berupa tekanan batin, yang diistilahkan dengan "stres". Ada yang datang secara temporer, seperti yang terjadi terhadap penduduk di desa-desa, umpamanya panen gagal; mereka mendapat stres, tetapi hal ini tidak membahayakan. Ada yang datang secara kontinyu, ini tenadi bagi penduduk di kota-kota sedang, dimana problema kehidupan mulai rumit, seperti pemadaman lampu mendadak, air macet, telepon putus dan lain sebagainya, hal ini cukup membahayakan. Ada yang "douer stres", ini dialami oleh penduduk yang hidup di kota-kota besar/metropolitan, di mana berbagai persoalan terus terjadi secara beruntun, seperti kenaikan bahan pokok, macetnya lalu lintas, kenakalan remaja, ditambah dari problem yang dihadapi oleh penduduk di kota kecil. Hal ini sudah amat membahayakan'
Thomas Holms menilai bahwa manusia mempunyai kemampuan terbatas dalam menanggung beban stres. Ia
membuat suatu teori dengan sistem nilai; antara lain yaitu: Mendapat hukuman ringan skor 11; Berat badan bertambah skor 15; Obrolan mengecewakan skor 15; Pindah sekolah/tempat skor 20; Pertengkaran skor 28; Dimarahi atasan skor 23; Naik pangka atau tugas baru skor 39; Tambah keluarga skor 39; Hamil skor 40; Keluarga sakit skor 44; Kecelakaanisakit skor 53; Berpisah dengan yang dicintai skor 65; Bercerai skor 73; Kematian orang yang dicintai (suami,istri, anak)skor 100. Tekanan s/d nilai 150 tidak membahayakan, Dari nilai 150 s/d 300, sudah membahayakan. Nilai 300 ke atas amat membahayakan jiwa seseorang karena akan berakibat menjadi serangan jantung, Sebagai contoh seorang suami mempunyai istri dan anak,  pagi-pagi sang istri minta uang belanja, ternyata ia tidak bisa memenuhinya. Dari sini timbullah sejumlah kasus yaitu: Problema ekonomi, dimana ia mengantongi skor nilai stres 38. Terjadi pertengkaran suami istri, nilai tekanan 29. Selanjutnya ia berangkat ke kantor terlambat, dimarahi atasan; skor bertambah 23. la ngomel dan ditanya kawan, terjadi obrolan yang mengecewakan dengan teman; skor bertambah 15. Semua ini berjumlah menjadi 105. Sampai di sini belum membahayakan, tetapi bila masalah ini tidak terselesaikan, maka nilai awal 105, akan membengkak dengan problema lainnya, umpamanya: Ketika ia pulang terjadi kecelakaan, lalu sakit; skor bertambah 53. Biaya pengobatan tidak ada; kembali muncul problema ekonomi,
skorpun bertambah 35. Sampai di sini maka skor berjumlah 193. Nampak nilai stres terus membengkak dari hari ke hari; sehingga bila tidak ada penyelesaian maka bahayapun mulai timbul baginya. Demikian seterusnya terus menumpuk, sehingga bila mencapai skor 300 ke atas tanpa penyelesaian maka hidupnya memikul beban stres yang tidak terpikul oleh batinnya.

Referensi : K.H. Husin Naparin, Lc.,MA. Fikrah, Refleksi Nilai-nilai Islam Dalam Kehidupan. 2003 (Jakarta : El Kahfi)


6:31 PM | 0 comments

PENCAIRAN GAJI KE-13 TAHUN 2014




Pencairan gaji ke-13 tahun 2014 sampai bulan April 2014 belum ada kepastian. Hal ini disebabkan Peraturan Pemerintah tentang Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Tahun 2014 sampai saat ini belum diterbitkan. Namun demikian, hampir dapat dipastikan semua pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah provinsi telah menganggarkan gaji ketigabelas bagi PNS pada tahun 2014 ini.


Kepastian telah adanya atau dianggarkannya gaji ke-13 tahun 2014 ini dapat diketahui dari Adanya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Dana Alokasi Umum Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2014. Dalam pasal 4 ayat (2) Perpres No. 2 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Dana Alokasi Umum atas dasar alokasi dasar alokasi dasar dihitung berdasarkan jumlah gaji Pegawai Negeri Sipil Daerah secara proporsional termasuk kenaikan gaji pokok, pemberian gaji bulan ke 13 (tiga belas), dan gaji bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah.

Dasar Pen­cairan gaji ke-13 harus mengacu kepa­da Peraturan Pemerintah tentang Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas dalam tahun Anggaran tertentu, yang ditindaklanjuti dengan SE Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan ten­tang Petunjuk dan Mekanis­me Pencairan Gaji ke-13, Surat Edaran (SE) Gubernur dan pemerintah Kabupaten atau Kota.

Kita berharap pencairan gaji 13 (gai ketigabelas) tahun 2014 ini biasa dilaksanakan bulan Mei – Juli sehingga gaji yang diterima dapat membantu meringankan beban PNS untuk membayar biaya pendidikan anak pada tahun ajaran baru.

Menurut Harian Rakyat Bengkulu, Gaji Ke-13 tahun 2014 akan dicairkan akhir bulan Juni 2014

7:47 PM | 0 comments

PARA ISTERI RASULULLAH SAW (BAGIAN KE-4)



4. HAFSAH BINTI UMAR
Setelah Aisyah bintiAbu Bakar menjadi istri ketiga, wanita yang dipilih oleh Allah untuk menjadi istri Muhammad SAW yang ke empat adalah Hafsah binti Umar. Hafsah binti Umar dipertemukan dengan Muhammad SAW sebagai seorang istri sudah dalam keadaan menjanda. Sebelumnya Hafsah adalah istri Khunais bin Khudzafah.
Hafsahlah yang sempat menyaksikan bagaimana ngerinya perang Badar. Khuds termasuk seorang pahlawan yang gagah berani. Keberanian, kejantanan dan perjuangannya patut dicatat dalam lembaran sejarah. Sebelum Hafsah bin Umar diperistri oleh Muhammad SAW, ketika ia masih menjanda, Umar selaku seorang ayah dari Hafsah, mula-mula menawarkan Hafsah kepada Utsman untuk diperistri. Hal ini disebabkan karena Ruqayah istri Utsman juga putri Muhammad SAW, telah lebih dulu meninggal dunia pada tahun kedua setelah Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah. Akan tetapi Utsman menolak. Atas penolakan Utsman, Umar bin Khattab beralih menawarkan Hafsah kepada Abu Bakar. Tetapi Abu Bakar juga tidak memberi jawaban yang pasti. Menerima tidak menolak pun tidak.
Di saatAbu Bakar belum memberijawaban itu datanglah Muhammad SAW sengaja meminang dan menikahi Hafsah binti Umar. Dijadikan seorang istri oleh Muhammad SAW sebagai hasil dari pernikahan Muhammad sAW yang ke empat kalinya. Tentang ulah Umar bin Khattab tak malu menawarkan anaknya untuk diperistri oleh Utsman marJpun Abu Bakar, hal ini merupakan bukti sebuah bentuk tanggung jawab orang tua terhadap seorang anak. Pada masa kebodohan saat itu kedudukan seorang wanita sangatlah tidak dihargai. Karena itu Umar bin Khattab selalu berupaya agar anaknya diperistri oleh orang-orang yang terpandang di kalangannya. Setelah Utsman menolak dan Abu Bakar tidak memberijawaban, yang akhirnya Muhammad SAW mengambil Hafsah sebagai istri ke empat, hal ini bagi Umar merupakan satu keberhasilan yang luar biasa. Sebaliknya bagi Muhammad SAW dalam memperistri Hafsah bin Umar, pernikahan itu sendiri merupakan suatu bentuk penghormatan Muhammad sAW kepada Umar yang sangat tinggi nilainya.
Lalu apa yang melatarbelakangi, mengapa Muhammad SAW memilih Hafsah binti Umar untuk dijadikan sebagai istri ke empatnya? Tidak ada tujuan yang lain bagi Muhammad SAW kecuali bermaksud memberikan perlindungan agar perjuangan dan perkembangan agama lslam di jasirah Arab semakin lancar. Dengan kata lain, Muhammad SAW sengaja menikahi Hafsah binti Umar dengan faktor untuk mendidik, beragama, bermasyarakat dan berpolitik sebagai latar belakangnya untuk menyebarkan agama lslam. Jadi, apabila ada seorang orentalis yang menilai bahwa Muhammad SAW menikah dengan beberapa wanita dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan biologis adalah salah besar dan tidak didukung oleh data dan fakta sama sekali.

5. ZAENAB BINTI KHUZAIMAH

Setelah beristrikan Hafsah binti Umar, Muhammad SAW memilih istri untuk kelima kalinya. Kali iniwanita yang dipilihnya adalah Zaenabbinti Khuzaimah. Dia adalah seorang janda dari Ubaidah bin Al Harits. Sedangkan Ubaidah bin Al Harits adatah seorang pahlawan dan pejuang lslam yang mati sahid dalam peperangan di Badar. Ketika suaminya, Ubaidah bin Al Harits gugur di medan perang, Zaenab binti Khuzaimah ikut mengurus jenazahnya. Juga ikut menolong orang-orang lain yang terluka dalam peperangan itu. Andilnya dalam perjuangan kaum muslim memerangi orang-orang yang kafir menentang lslam tidak dapat dibandingkan dengan wanita-wanita lain pada masa itu.
Menyaksikan perjuangan dan andil Zaenab binti Khuzaimah terhadap perjuangan lslam yang begitu tinggi, ketika ia harus kehilangan seorang suami yang berarti harus menjad ijanda karena perang, Muhammad SAW meras prihatin, dan terpanggil untuk melindunginya. Karena itulah kemudian Muhammad SAW meminang dan menikahinya. Yang akhirnya Zaenab binti Khuzaimah menjadi istri Muhammad SAW yang ke lima.
Muhammad SAW menikahi Zaenab binti Khuzaimah bukan semata-mata karena kebutuhan biologis. Tetapi lebih berdasarkan pada kemanusiaan dan kemuliaan agama lslam. Terbukti saat Muhammad SAIV menikah dengan Zaenab binti Khuzaimah, Muhammad SAW berusia lima puluh figa tahun. Sementara Zaenab binti Khuzaimah sudah genap berusia enam puluh tahun. Zaenab hidup sebagai istri Muhammad SAW hanya selama dua tahun setelah kemudian meninggal dunia.
Berangkat dari catatan tersebut di atas bila kemudian ada beberapa berorientalis menilai bahwa Muhammad SAW berpoligami hanya dilandasi kebutuhan biologis, adalah penilaian yang sangat salah. Muhammad SAW menikahi beberapa orang wanita berangkat daritujuan yang mulia. Yaitu perlindungan, kemuliaan diri, keagungan harga diri, kasih sayang untuk membawa kebahagiaan di dunia dan di akherat. ltulah pernikahan yang telah dilakukan oleh Muhammad SAW rasul Allah pembawa kebenaran hakiki bagi seluruh umat di dunia.

11:44 PM | 0 comments

Download Tabel Gaji PNS Tahun 2014

Alhamdulillah Gaji PNS jadi Naik meskipun cuma 6% tetap wajib disyukuri semoga berkah. Bagi yang pengen liat atau download tabelnya silakan sedot bro.di SINI



6:32 PM | 0 comments

PARA ISTERI RASULULLAH SAW (BAGIAN 3)



Saudah binti Zam'ah RDA
Saudah binti Zam'ah adalah istri Muhammad SAW yang kedua. la dinikahi Muhammad SAW setelah Khadijah istri pertamanya meninggal dunia pada tahun 620 M. Siapa Saudah bintiZam'ah itu ? Saudah bintiZam'ah adalah seorang janda, mantan istriSakran bin AmirAl-Anshori. Muhammad SAW memilih Saudah sebagai istri dengan pertimbangan meski Saudah lebih tua 5 tahun dari Muhammad SAW, Saudah adalah seorang wanita yang beriman, yang ikut melaksanakan hijrah ke Habsyah. Sakran bin Amir, suaminya yang terdahulu meninggal dunia setelah hijrah ke Habsyah. Atas kematian Sakran tersebut Saudah menjadi seorang diri, hidup tanpa ada yang melindungi. Seandainya Saudah kembali kepada keluarga asalnya setelah Sakran meninggal dunia, pasti keluarganya akan memaksa Saudah untuk murtad meninggalkan agam lslam. Bila tidak mau meninggalkan agama yang dibawa oleh Muhammad SAW, tentu keluarga Saudah akan menyiksanya dengan siksaan yang sangat pedih dan menyakitkan. Karena itulah demi agama Muhammad SAW kemudian menikahi dan melindungi Saudah sebagai seorang istri. Pernikahan ini merupakan puncak rasa sosial dan penghormatan terhadap kebenaran agama yang telah dibawa dan disebar luaskan oleh Muhammad SAW selaku rasul Allah. Seperti telah diungkapkan di atas, seandainya pernikahan Muhammad SAW dengan Saudah hanya didasari kebutuhan biologis, Muhammad SAW yang sudah berusia 50 tahun dan Saudah 5 tahun lebih tua, perkawinan tersebut jelas tidak mungkin bakal terjadi. Muhammad SAW lentu akan memilih seorang janda yang masih muda belia atau bahkan seorang perawan yang mampu memenuhi kebutuhan nafsu biologis.
Tetapi karena Muhammad SAW memang seseorang yang telah dipilih oleh Allah menjadi contoh dan suri tauladan yang tinggi bagi seluruh umat manusia di dunia, akhirnya Muhammad SAW sebagai rasul Allah memilih  Saudah untuk dijadikan sebagai istri yang kedua baginya.

3. AISYAH BINTI ABU BAKAR
Dalam menjalankan fungsinya sebagai rasulAllah untuk menyebarkan kebenaran yang hakiki, meski sudah memiliki seorang istri bernama Saudah binti Zam'ah, Muhammad SAW menikah lagi dengan seorang wanita untuk ketiga kalinya bernama Aisyah binti Abu Bakar. Yang terasa teristimewa dalam perklawinan tersebut, Muhammad SAW sudah beristri seorang wanita yang usianya dapat dikatakan sudah menjelang senja. Sedangkan Aisyah binti Abu Bakar barulah berusia 9 (sembilan) tahun. Yang lebih teristimewa lagi, Abu Bakar ayah Aisyah adalah sahabat karib Muhammad SAW. Sahabat karib dalam kehidupan sehari-hari maupun sahabat karib dalam memperjuangkan perkembangan agama lslam di Jasirah Arab dan kota Makkah pada saat itu.
Ditengah-tengah kehidupan Muhammad SAW sebagai seorang  rasul Allah, pada waktu itu Muhammad SAW menikahi Aisyah ketika Aisyah masih dalam keadaan perawan. Mengapa Muhammad SAW memilih menikahi seorang perawan bernama Aisyah ? Apa yang melatarbelakangi Muhammad SAW memilih Aisyah untuk dijadikan
istrinya yang ketiga ? Menurut pendapat daribeberapa orientalis, Aisyah adalah putri Abu Bakar, sedangkan Abu Bakar adalah sahabat kental Muhammad SAW dalam suka dan duka selama berjihat menyiarkan agama lslam. Tetapi Aisyah adalah seorang gadis kecil yang belum memahami seluk beluk kehidupan berkeluarga. Barulah kemudian diketahui bahwa Aisyah adalah seorang mu'minat yang paling cerdas pola pikirnya. Orang yang paling hafal terhadap wahyu dariAllah kepada Muhammad SAW yang kemudian diajarkan kepadanya. Kecerdasan dan daya ingatnya melebihi para wanita lain dijamannya. Hal ini terbukti banyak para sahabat dekat nabi Muhammad SAW yang bertanya kepadanya tentanq beberapa hukum yang dianggap sulit oleh mereka, Aisyah mampu menjelaskan tentang beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Aisyah memang cukup banyak.
Tetapi hal itu diketahui setelah Aisyah menjadi istri Muhammad SAW. Yang menjadi pertanyaan, mengapa Muhammad SAW memilih Aisyah dijadikan sebagai istri ketiga, padahal waktu sebelum menjadi istri Muhammad SAW segala kelebihan yang ada pada Aisyah itu belum diketahui. Hal itulah yang perlu dicarijawabannya.
Memang pada kenyataannya setelah Aisyah resmi menjadi istri ketiga Muhammad SAW, banyak para perawi hadist yang menerangkan bahwa kecintaan Muhammad SAW terhadap Aisyah sangat besar dibandingkan istri-istrinya yang lain. Akan tetapi dalam perjalanannya sebagai seorang suami, Muhammad SAW tetap berlaku adil dalam segala hal. Baik dalam membagi nafkah maupun membagi waktu.
Tentang kecintaan Muhammad SAW terhadap Aisyah yang lebih besar dibanding dengan istri-istri yang lain, hal ini oleh Abu Bakar pun cukup dirasakan. Bahkan Muhammad SAW adalah seorang menantu, pemimpin, tauladan dan pembawa amanah yang patut dikagumi sekaligus untuk diteladani. BagiAbu Bakar Muhammad SAW merupakan bentuk anugrah dariAllah yang tiada taranya. Demikian juga halnya yang dirasa oleh Muhammad SAW. Abu Bakar merupakan sarana yang sebaik-baiknya bagi perjuangan Muhammad sAW dalam membawa dan menyebarkan kebenaran hakiki dari Allah berupa agama lslam. Abu Bakar merupakan sahabat yang sangat dipercaya dalam keadaan yang bagaimanapun. Hal itu terbukti ketika Muhammad  SAW melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah, satu-satunya sahabat yang diajak hijrah bersama-sama Muhammad SAW adalah Abu Bakar As-Sidiq.

Referensi :
Kusaeri YS. 2009. Mengenal Riwayat Hidup Rasulullah Muhammad SAW. (Jakarta: Mulia Abadi)


6:40 PM | 0 comments

PARA ISTERI RASULULLAH SAW (Bagian 2 : SITI KHADIJAH RDA)

Seorang wanita pertama yang dipilih oleh Allah menjadi istri Muhammad SAW adalah Khadijah binti Khuwailid. Saat dinikahi oleh Muhammad SAW ia berusia 40 (empat puluh ) tahun. Sementara Muhammad SAW adalah seorang jejaka yang baru berusia 25 ( dua puluh lima ) tahun. Pada waktu itu Khadijah adalah seorang wanita yang kaya raya, yang sudah menjanda sebanyak 2 ( dua ) kali sebelum menjadi janda, Khadijah adalah seorang istridariAbi Halah bin Zararah. Dengan Abi Halah bin Zararah dia dikaruniai dua anak perempuan. Setelah Abi Halal meninggal dunia, dan menjadi seorang janda yang pertama kali,-selanjutnya ia dinikahi oleh Atiq bin Aidz, dan memiliki seorang anak lelaki dan seorang anak perempuan. Tidak lama berikutnyaAtiq bin Aidz pun meninggal dunia pula. Jadilah Khadijah seorang janda yang kedua kalinya. Dan setelah menjadi janda untuk yang kedua kalinya inilah Muhammad SAW datang melamarnya lewat Abu Thalib pamanya sendiri Adapun ke-4 putra yang terlahir dari suami terdahulu, Abi Hilah binZararah dan Atiq bin Aidz tidak lagi ditemukan dalam catatan sejarah.
Mengapa Muhammad SAW mau menikahi Khadijah dan Khadijah bersedia menjadi istri Muhammad SAW? Bukankah saat itu Muhammad SAW adalah seorang jejaka yang belia, sementara Khadijah adalah seorang janda yang sudah separo baya? Pernikahan Muhammad SAW dengar Khadijah adalah pernikahan antara dua figur yang menyatu. Perkawinan yang tidak mempertimbangkan perbedaan usia.
Perkawinan yang tidak didasari oleh kebutuhan biologis belaka. Tetapi perkawinan yang didasari oleh kepentingan demi melaksanakan sasaran kemanusiaan yang tinggi derajatnya. Muhammad SAW adalah seorang yang jujur, dapat dipercaya, menjadi keteladanan bagi sesamanya yang tiada duanya, sehingga mendapat sebutan alamin sebelum ia menjadi seorang rasul. Sedangkan Khadijah adalah seorang wanita bangsawan yang kaya raya dan cerdas sekali. Kekuatan pola pikir Khadijah dan ketajaman pendapatnya melebihi wanita lain secara umum. Dengan demikian pernikahan antara Muhammad SAW dan Khadijah adalah pertemuan dua manusia yang berbeda latarbelakang dan dapat menyatu dengan kekalnya. Pernikahan yang mampu menciptakan kehidupan yang sejahtera hingga akhir hayatnya.
Kesejahteraan hidup antara Muhammad SAW dan Khadijah dalam berumah tangga berlangsung selama dua puluh lima tahun. Lima belas tahun sebelum menerima wahyu sebagai rasulAllah dan sepuluh tahun setelah menerima wahyu sebagai rasul Allah. Menurut catatan yang ada, pernikahan Muhammad SAW dengan Khadijah terjadi pada tahun 595 M dengan mahar sebanyak 20 ekor unta. Dalam perkawinannya selama 25
tahun itu Muhammad SAW dianugerahi 6 orang putra dan putri masing-masing Qosim, Abdulah, Zaenab, Roqayah, Umi Kulsum dan Fatimah. Hanya sayangnya keenam putra-putrinya itu yang berumur panjang hanyalah Fatimah. Bahkan Qosim dan Abdullah meninggal dunia ketika usianya masih kanak-kanak. Dari sebuah sumber mengatakan Qosim dan Abdullah meninggal dunia sebelum berusia 2 (dua) tahun.
Yang perlu dicatat dan menjadi perhatian tersendiri meski akhirnya Muhammad SAW menjadi panutan seluruh umat di dunia, menjadi rasul utusan Allah, selama Muhammad SAW beristrikan Khadijah, Muhammad SAW lidak pernah melakukan poligami. Barulah setelah Khadijah meninggal dunia Muhammad SAW mau memperistri wanita-wanita lain dengan tujuan yang lain-lain pula. ltulah Muhammad
SAW dengan segela kebijakannya yang patut diteladani oleh seluruh umat di dunia.

Referensi : Kusaery YS. 2009. Mengenal Riwayat Hidup Rasulullah Muhammad SAW. (Jakarta: Mulia Abadi)

6:06 PM | 0 comments