PARA ISTERI RASULULLAH SAW (Bagian 2 : SITI KHADIJAH RDA)

Seorang wanita pertama yang dipilih oleh Allah menjadi istri Muhammad SAW adalah Khadijah binti Khuwailid. Saat dinikahi oleh Muhammad SAW ia berusia 40 (empat puluh ) tahun. Sementara Muhammad SAW adalah seorang jejaka yang baru berusia 25 ( dua puluh lima ) tahun. Pada waktu itu Khadijah adalah seorang wanita yang kaya raya, yang sudah menjanda sebanyak 2 ( dua ) kali sebelum menjadi janda, Khadijah adalah seorang istridariAbi Halah bin Zararah. Dengan Abi Halah bin Zararah dia dikaruniai dua anak perempuan. Setelah Abi Halal meninggal dunia, dan menjadi seorang janda yang pertama kali,-selanjutnya ia dinikahi oleh Atiq bin Aidz, dan memiliki seorang anak lelaki dan seorang anak perempuan. Tidak lama berikutnyaAtiq bin Aidz pun meninggal dunia pula. Jadilah Khadijah seorang janda yang kedua kalinya. Dan setelah menjadi janda untuk yang kedua kalinya inilah Muhammad SAW datang melamarnya lewat Abu Thalib pamanya sendiri Adapun ke-4 putra yang terlahir dari suami terdahulu, Abi Hilah binZararah dan Atiq bin Aidz tidak lagi ditemukan dalam catatan sejarah.
Mengapa Muhammad SAW mau menikahi Khadijah dan Khadijah bersedia menjadi istri Muhammad SAW? Bukankah saat itu Muhammad SAW adalah seorang jejaka yang belia, sementara Khadijah adalah seorang janda yang sudah separo baya? Pernikahan Muhammad SAW dengar Khadijah adalah pernikahan antara dua figur yang menyatu. Perkawinan yang tidak mempertimbangkan perbedaan usia.
Perkawinan yang tidak didasari oleh kebutuhan biologis belaka. Tetapi perkawinan yang didasari oleh kepentingan demi melaksanakan sasaran kemanusiaan yang tinggi derajatnya. Muhammad SAW adalah seorang yang jujur, dapat dipercaya, menjadi keteladanan bagi sesamanya yang tiada duanya, sehingga mendapat sebutan alamin sebelum ia menjadi seorang rasul. Sedangkan Khadijah adalah seorang wanita bangsawan yang kaya raya dan cerdas sekali. Kekuatan pola pikir Khadijah dan ketajaman pendapatnya melebihi wanita lain secara umum. Dengan demikian pernikahan antara Muhammad SAW dan Khadijah adalah pertemuan dua manusia yang berbeda latarbelakang dan dapat menyatu dengan kekalnya. Pernikahan yang mampu menciptakan kehidupan yang sejahtera hingga akhir hayatnya.
Kesejahteraan hidup antara Muhammad SAW dan Khadijah dalam berumah tangga berlangsung selama dua puluh lima tahun. Lima belas tahun sebelum menerima wahyu sebagai rasulAllah dan sepuluh tahun setelah menerima wahyu sebagai rasul Allah. Menurut catatan yang ada, pernikahan Muhammad SAW dengan Khadijah terjadi pada tahun 595 M dengan mahar sebanyak 20 ekor unta. Dalam perkawinannya selama 25
tahun itu Muhammad SAW dianugerahi 6 orang putra dan putri masing-masing Qosim, Abdulah, Zaenab, Roqayah, Umi Kulsum dan Fatimah. Hanya sayangnya keenam putra-putrinya itu yang berumur panjang hanyalah Fatimah. Bahkan Qosim dan Abdullah meninggal dunia ketika usianya masih kanak-kanak. Dari sebuah sumber mengatakan Qosim dan Abdullah meninggal dunia sebelum berusia 2 (dua) tahun.
Yang perlu dicatat dan menjadi perhatian tersendiri meski akhirnya Muhammad SAW menjadi panutan seluruh umat di dunia, menjadi rasul utusan Allah, selama Muhammad SAW beristrikan Khadijah, Muhammad SAW lidak pernah melakukan poligami. Barulah setelah Khadijah meninggal dunia Muhammad SAW mau memperistri wanita-wanita lain dengan tujuan yang lain-lain pula. ltulah Muhammad
SAW dengan segela kebijakannya yang patut diteladani oleh seluruh umat di dunia.

Referensi : Kusaery YS. 2009. Mengenal Riwayat Hidup Rasulullah Muhammad SAW. (Jakarta: Mulia Abadi)
Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))