PARA ISTERI RASULULLAH SAW (BAGIAN 3)



Saudah binti Zam'ah RDA
Saudah binti Zam'ah adalah istri Muhammad SAW yang kedua. la dinikahi Muhammad SAW setelah Khadijah istri pertamanya meninggal dunia pada tahun 620 M. Siapa Saudah bintiZam'ah itu ? Saudah bintiZam'ah adalah seorang janda, mantan istriSakran bin AmirAl-Anshori. Muhammad SAW memilih Saudah sebagai istri dengan pertimbangan meski Saudah lebih tua 5 tahun dari Muhammad SAW, Saudah adalah seorang wanita yang beriman, yang ikut melaksanakan hijrah ke Habsyah. Sakran bin Amir, suaminya yang terdahulu meninggal dunia setelah hijrah ke Habsyah. Atas kematian Sakran tersebut Saudah menjadi seorang diri, hidup tanpa ada yang melindungi. Seandainya Saudah kembali kepada keluarga asalnya setelah Sakran meninggal dunia, pasti keluarganya akan memaksa Saudah untuk murtad meninggalkan agam lslam. Bila tidak mau meninggalkan agama yang dibawa oleh Muhammad SAW, tentu keluarga Saudah akan menyiksanya dengan siksaan yang sangat pedih dan menyakitkan. Karena itulah demi agama Muhammad SAW kemudian menikahi dan melindungi Saudah sebagai seorang istri. Pernikahan ini merupakan puncak rasa sosial dan penghormatan terhadap kebenaran agama yang telah dibawa dan disebar luaskan oleh Muhammad SAW selaku rasul Allah. Seperti telah diungkapkan di atas, seandainya pernikahan Muhammad SAW dengan Saudah hanya didasari kebutuhan biologis, Muhammad SAW yang sudah berusia 50 tahun dan Saudah 5 tahun lebih tua, perkawinan tersebut jelas tidak mungkin bakal terjadi. Muhammad SAW lentu akan memilih seorang janda yang masih muda belia atau bahkan seorang perawan yang mampu memenuhi kebutuhan nafsu biologis.
Tetapi karena Muhammad SAW memang seseorang yang telah dipilih oleh Allah menjadi contoh dan suri tauladan yang tinggi bagi seluruh umat manusia di dunia, akhirnya Muhammad SAW sebagai rasul Allah memilih  Saudah untuk dijadikan sebagai istri yang kedua baginya.

3. AISYAH BINTI ABU BAKAR
Dalam menjalankan fungsinya sebagai rasulAllah untuk menyebarkan kebenaran yang hakiki, meski sudah memiliki seorang istri bernama Saudah binti Zam'ah, Muhammad SAW menikah lagi dengan seorang wanita untuk ketiga kalinya bernama Aisyah binti Abu Bakar. Yang terasa teristimewa dalam perklawinan tersebut, Muhammad SAW sudah beristri seorang wanita yang usianya dapat dikatakan sudah menjelang senja. Sedangkan Aisyah binti Abu Bakar barulah berusia 9 (sembilan) tahun. Yang lebih teristimewa lagi, Abu Bakar ayah Aisyah adalah sahabat karib Muhammad SAW. Sahabat karib dalam kehidupan sehari-hari maupun sahabat karib dalam memperjuangkan perkembangan agama lslam di Jasirah Arab dan kota Makkah pada saat itu.
Ditengah-tengah kehidupan Muhammad SAW sebagai seorang  rasul Allah, pada waktu itu Muhammad SAW menikahi Aisyah ketika Aisyah masih dalam keadaan perawan. Mengapa Muhammad SAW memilih menikahi seorang perawan bernama Aisyah ? Apa yang melatarbelakangi Muhammad SAW memilih Aisyah untuk dijadikan
istrinya yang ketiga ? Menurut pendapat daribeberapa orientalis, Aisyah adalah putri Abu Bakar, sedangkan Abu Bakar adalah sahabat kental Muhammad SAW dalam suka dan duka selama berjihat menyiarkan agama lslam. Tetapi Aisyah adalah seorang gadis kecil yang belum memahami seluk beluk kehidupan berkeluarga. Barulah kemudian diketahui bahwa Aisyah adalah seorang mu'minat yang paling cerdas pola pikirnya. Orang yang paling hafal terhadap wahyu dariAllah kepada Muhammad SAW yang kemudian diajarkan kepadanya. Kecerdasan dan daya ingatnya melebihi para wanita lain dijamannya. Hal ini terbukti banyak para sahabat dekat nabi Muhammad SAW yang bertanya kepadanya tentanq beberapa hukum yang dianggap sulit oleh mereka, Aisyah mampu menjelaskan tentang beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Aisyah memang cukup banyak.
Tetapi hal itu diketahui setelah Aisyah menjadi istri Muhammad SAW. Yang menjadi pertanyaan, mengapa Muhammad SAW memilih Aisyah dijadikan sebagai istri ketiga, padahal waktu sebelum menjadi istri Muhammad SAW segala kelebihan yang ada pada Aisyah itu belum diketahui. Hal itulah yang perlu dicarijawabannya.
Memang pada kenyataannya setelah Aisyah resmi menjadi istri ketiga Muhammad SAW, banyak para perawi hadist yang menerangkan bahwa kecintaan Muhammad SAW terhadap Aisyah sangat besar dibandingkan istri-istrinya yang lain. Akan tetapi dalam perjalanannya sebagai seorang suami, Muhammad SAW tetap berlaku adil dalam segala hal. Baik dalam membagi nafkah maupun membagi waktu.
Tentang kecintaan Muhammad SAW terhadap Aisyah yang lebih besar dibanding dengan istri-istri yang lain, hal ini oleh Abu Bakar pun cukup dirasakan. Bahkan Muhammad SAW adalah seorang menantu, pemimpin, tauladan dan pembawa amanah yang patut dikagumi sekaligus untuk diteladani. BagiAbu Bakar Muhammad SAW merupakan bentuk anugrah dariAllah yang tiada taranya. Demikian juga halnya yang dirasa oleh Muhammad SAW. Abu Bakar merupakan sarana yang sebaik-baiknya bagi perjuangan Muhammad sAW dalam membawa dan menyebarkan kebenaran hakiki dari Allah berupa agama lslam. Abu Bakar merupakan sahabat yang sangat dipercaya dalam keadaan yang bagaimanapun. Hal itu terbukti ketika Muhammad  SAW melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah, satu-satunya sahabat yang diajak hijrah bersama-sama Muhammad SAW adalah Abu Bakar As-Sidiq.

Referensi :
Kusaeri YS. 2009. Mengenal Riwayat Hidup Rasulullah Muhammad SAW. (Jakarta: Mulia Abadi)

Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))